Siapkan Nurani Menjadi Kader Sejati
Assalamu’alaikum
wr.wb.
Ba’da
salam semoga Allah SWT senantiasa mengiringi langkah perjuangan kita sekalian.
Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Muhammadiyah
adalah salah satu organisasi dengan jumlah pengikut terbesar di Indonesia.
Tidak dapat dipungkiri bahwa besarnya Muhammadiyah tidak terlepas dari peran
serta perjuangan ortom-ortomnya (‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyi’atul
Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Peajar Muhammadiyah, Tapak Suci
Putera Muhammadiya, serta Hizbul Wathan). Dalam kesempatan kali ini, penulis
hendak memperkenalkan salah satu ortom (Organisasi Otonom) Muhammadiyah yang
mana ortom ini dapat disebut sebagai wadah awal tahap perkaderan sekaligus
wadah pengenalan awal terhadap organisasi Muhammadiyah itu sendiri, ortom
tersebut ialah Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Ikatan Pelajar Muhammadiyah atau
yang kerap kali disebut dengan IPM adalah salah satu ortom Muhammadiyah yang
didirikan pada 18 Juni 1961 bertempat di Surakarta. Ortom ini dibuat dengan
tujuan sebagai gerakan
Islam amar makruf nahi munkar di kalangan pelajar yang ditujukan kepada dua
bidang, pertama perorangan dan kedua masyarakat. Dakwah pada bidang pertama
terbagi kepada dua golongan:
- Kepada
yang telah Islam bersifat pembaharuan (tajdid) berdasarkan pada
nilai-nilai ajaran Islam.
- Kepada
yang belum Islam, bersifat seruan dan ajakan untuk mengikuti nilai-nilai
ajaran Islam.
Adapun dakwah amar makruf nahi munkar kedua ialah kepada
masyarakat, bersifat perbaikan, bimbingan, dan peringatan. Kesemuanya itu
dilaksanakan bersama dengan bermusyawarah atas dasar takwa dan mengharap
keridhaan Allah semata. Dengan ini diharapkan dapat membentuk pelajar muslim
yang berilmu, berkahlak mulia, dan terampil sehingga terwujud masyarakat Islam
yang sebenar-benarnya di kalangan pelajar. Sebagaimana firman Allah yang
artinya:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat
yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari
yang munkar. Merekalah itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran ayat 104)
Seluruh warga Muhammadiyah mempunyai hak dan kewajiban untuk
menghidupkan perjuangan Pesyarikatan Muhammadiyah, tak terkecuali di daerah
Pecalungan yang notabene memiliki banyak potensi pelajar yag diharapkan mampu
untuk melanjutkan dan menggerakkan roda perjuangan Pesyarikatan Muhammadiyah.
Alhamdulillah, pada tanggal 4 Februari 2018 telah diadakan diskusi terkait
pembentukan kembali ortom IPM di Pecalungan bertempat di Masjid Jami’ Nurul
Huda yang diikuti oleh kurang lebih 20 pelajar dari kalangan SLTP/SLTA dan
sebagaian kecil dari Mahasiswa. Pembentukan kembali IPM cabang Pecalungan ini
bertujuan untuk memperkenalkan para pelajar Muhammadiyah mengenai organisasi
kemuhammadiyahan sekaligus sebagai tahap awal kaderisasi yang nantinya diharapkan
para pelajar yang tergabung dalam IPM tersebut mampu menjadi kader Muhammadiyah
yang saggup menggerakkan roda perjuangan Muhammadiyah khususnya didaerah
Pecalungan.
Allah berfirman yang artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan
suatu kaum sehingga kaum itu sendirilah yang akan merubah keadaan yang ada pada
diri mereka”. (QS. Ar-Ra’d ayat 11).
Namun untuk menjadi seorang kader muhammadiyah tidaklah mudah,
akan ada berbagai kesulitan, halangan, rintangan, serta tantangan yang siap
menghadang. Untuk itu, diharapkan para orang tua dapat memberikan do’a restunya
kepada putra putrinya yang tengah memperbanyak ilmu serta pengalamannya dalam
berorganisasi di IPM tersebut. Motivasi dari para orang tua amatlah penting
dalam membangun semangat dalam diri mereka. Ridho dari para orang tua menjadi
kunci keberhasilan dari putra-putrinya. Karena sejatinya ridho orang tua adalah
ridhonya Allah, sebagaimana dalam sebuah hadist:
Dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash
berkata, seorang lelaki mendatangi Rasulullah dan meminta ijin kepadanya untuk
pergi jihad. Maka Rasulullah berkata, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”.
Dia berkata,”Ya”. Rasulullah berkata, “Sungguh-sungguhlah untuk berbakti kepada
keduanya”. (HR Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud dan
At Turmudzi dan dia mensahihkannya).

Assalamualaikum
ReplyDelete