Sebuah Kata Penuh Makna
Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan salam
semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW, dan aku bersaksi bahwa
tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa
dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad saw adalah hamba dan
utusan -Nya… Amma Ba’du:
Islam menganjurkan umatnya banyak mengucapkan istighfar sebagai
ucapan taubat atau memohon ampun kepada Allah SWT atas kesalahan yang telah
diperbuat. Istighfar adalah hal penting yang banyak diremehkan orang pada masa
ini, banyak orang menganggap istighfar itu tidak perlu hanya membuang
waktu saja. Padahal Rasulullah yang sudah dijamin Allah untuk masuk syurga
tidak kurang beristighfar dari 70 kali dalam sehari.
Setiap hari kita digempur oleh perbuatan dosa dan maksiat,
pendengaran, mata, mulut , langkah dan perbuatan tangan kita tidak pernah
berhenti dari perbuatan dosa dan maksiat. Perbuatan dosa dan maksiat itu
seperti debu yang menempel ditubuh, tidak ada seorang manusiapun yang bisa
menghindar dari debu tersebut. Untuk membersihkan tubuh dari debu itu
kita perlu mandi sekurang kurangnya sekali sehari . Bagaimana jika kita tidak
pernah mandi selama berhari hari ? . Orang yang tidak pernah beristighfar bisa
diumpakan dengan orang yang tidak pernah mandi tersebut. Na’udzubillahi
mindzalik.
Berikut ini
adalah beberapa manfaat dari beristighfar :
1. 1. Menambah
ketaqwaan seorang hamba kepada sang Pencipta.
Beristighfar
merupakan salah satu cara seorang hamba untuk
senantiasa mengingat Allah SWT.
Dengan
demikian hatinya akan selalu dekat dengan Allah SWT dan akan bertambah rasa
cinta dan taqwanya terhadap sang Pencipta.
2. 2. Diampuni
dosa-dosanya oleh Allah SWT.
Kita
adalah seorang hamba yang tidak dapat lari dari melakukan kesalahan dan jauh
sekali dari kesempurnaan. Kelemahan diri dalam melawan hawa nafsu menyebabkan
kita sering jatuh tersungkur di lembah maksiat. Untuk itu, Allah SWT berfirman:
فسبح بِحَمْد رَبك وَاسْتَغْفرهُ إِنَّه كَانَ تَوَّابًا
“Maka
bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya
Dia adalah Maha Penerima taubat.” (Q.S. Nashr: 3).
3.
Dimakbulkan Permintaan dan
Hajat
Dalam masa yang sama, manusia mempunyai
impian, hasrat, keperluan dan kehendak hidup. Namun, manusia lupa bahawa
impian, hasrat, keperluan mahupun kehendak hidup itu hanya boleh diberi oleh
Dia yang sering dilalaikan manusia.
Orang yang sentiasa ikhlas memohon keampunan daripada Allah swt
pasti sentiasa dibersihkan dari dosa-dosanya. Apabila seseorang hamba itu
bersih dari dosa maka munajatnya mudah diperkenankan oleh Allah swt kerana
dekatnya dia di sisi Allah swt. Adalah tidak mustahil bagi Allah swt untuk
memakbulkan segala permintaannya dengan sifat Allah Yang Maha Pemurah itu. Imam
Ahmad Ibnu Hambal mengisahkan kelebihan istighfar yang diamalkan oleh seorang
pembuat roti. Sepanjang malam si pembuat roti akan membuat roti sambil
beristighfar tanpa henti dan ini telah didengari oleh Imam Ahmad yang menumpang
tidur di rumahnya.
Lalu ditanyakan kepadanya apakah kelebihan yang diperolehinya
melalui amalan istighfar yang bersungguh-sungguh itu. Dijawab si pembuat roti
bahawa Allah swt telah mengkabulkan segala permintaannya selama ini setiap kali
dia berdoa kecuali permintaannya untuk bertemu dengan Imam Ahmad Ibnu
Hambal.(Si pembuat roti tidak mengenali Imam Ahmad yang dipelawanya untuk
menumpang tidur di rumahnya sendiri ketika itu). Imam Ahmad sangat terkejut
bagaimana Allah swt telah merencanakan perjalanannya sehingga dia berteduh di
rumah si pembuat roti. Ternyata juga ini semua untuk memperkenankan hajat si
pembuat roti iaitu ingin bertemu dengannya.
Melalui kisah ini dapat dikongsikan bahawa antara kelebihan amalan
istighfar ialah diperkenankan segala permintaan dan dimakbulkan hajat oleh
Allah swt pada hamba-hambaNya yang sentiasa memohon keampunan dariNya.
4.
Diberikan kekuatan saat
menghadapi ujian dan cobaan
“Tiada
daya dan kudrat melainkan hanya dengan Allah swt,” itulah fitrah kejadian
manusia. Segala kekuatan hanya milik Sang Pencipta. Betapa pasang surutnya
ujian dan cobaan dalam kehidupan datang silih berganti dan mau tidak mau harus
dihadapi. Tapi dari manakah segala kekuatan dapat diperoleh setelah diri
dirasakan telah lemah diasak ujian? Firman Allah swt yang bermaksud:
وَيَا
قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ
عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلا تَتَوَلَّوْا
مُجْرِمِينَ
Dan (dia berkata), "Hai kaumku,
mohonlah ampun kepada Tuhan kalian lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia
menurunkan hujan yang sangat deras atas kalian, dan Dia akan menambahkan
kekuatan kepada kekuatan kalian, dan janganlah kalian berpaling dengan berbuat
dosa.” (QS. Hud: 52).
5. Dibersihkan hatinya dari segala
penyakit.
Hati
bani Adam itu diibaratkan sebuah bola kaca yang bening dan bersinar, ketika dia
berbuat dosa maka muncul sebuah titik hitam pada bola kaca itu. Ketika dia
terus menerus berbuat dosa maka titik hitam itu akan semakin banyak jumlahnya
dan pada akhirnya akan menutup seluruh permukaan bola kaca tersebut sehingga
sinarnya jadi pudar. Ketika itu hati manusia jadi hitam dan gelap.
Jika manusia itu beristighfar mohon ampun pada Allah maka titik
hitam yang menutup bola kaca itu akan hilang, demikianlah terus menerus jika
dia selalu beristighfar maka titik titik hitam yang menutupi bola kaca itu akan
terus berguguran sehingga bola kaca itu tetap bersinar benderang.
Rasulullah SAW bersabda :
القلوب
أربعة قلب أجرد فيه سراج يزهر فذلك قلب المؤمن وقلب أسود منكوس فذلك قلب الكافر
وقلب أغلف مربوط على غلافه فذلك قلب المنافق وقلب مصفح فيه إيمان ونفاق
Yang artinya : “Hati itu empat macam: hati yang bersih,
padanya pelita yang bersinar gemilang. Maka itulah hati orang mu’min. Hati
hitam terbalik, maka itulah hati orang kafir. Hati terbungkus yang terikat
bungkusannya. Itulah hati orang munafiq. Dan hati yang melintang, padanya
keimanan dan kemunafikan”.( HR Ahmad dan Ath-Thabrani dari Abi Sa’id).
Sumber segala macam penyakit adalah hati. Penyakit was was, gelisah,
cemas , stres berkepanjangan, psykosomatik, penyakit non medis dan sebagian
penyakit medis semua bersumber dari hati yang hitam dan gelap. Orang yang
hatinya bersih bersinar amat peka terhadap godaan dan tipu daya setan , jika
setan mendekat untuk menipu dan mempedayanya ia cepat sadar sehingga
tidak larut dalam perbuatan dosa dan maksiat. Sebagaimana firman Allah SWT:
إِنَّ
الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا
فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was
dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat
kesalahan-kesalahannya. (Al A’Raaf 201).
Orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang bersih dari dosa
dan maksiat akan mendapat naungan yang sempurna dari Allah pada hari kiamat
sebagaimana disebutkan dalam doa Nabi Ibrahim dalam surat asy syu’araa 87-89
yang artinya :
“dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. kecuali orang-orang
yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,(Asy Syu’araa 87-89)”.
Demikian adalah uaraian mengenai
beberapa keutamaan istighfar, begitu banyak faedah yang
bisa kita ambil. Maka sudah selayaknya bagi kita untuk menjadikan istighfar
sebagai bagian penting dalam hidup kita sehari-hari. Wallahu a’lam bish-shawab.

No comments